Berdamailah pada cerita yang telah usai

 Aku menyadari babhwa kisah yang tampak selesai sebenarnya tidak pernah di mulai. kedekatan kita kemarin telah membawamu ke dalam ruang kecil di dalam hatiku yang ku harapkan selalu menjadi tempatmu. setiap tawa yang terbagi dalam kenyamanan, setiap pelukan hangat yang meninggalkan bekas, ada permainan kata-kata yang seolah tidak pernah sepenuhnya mekar.

Nyatanya, kedekatan kita kemarin tidak pernah mampu berubah menjadi sebuah hubungan yang nyata. Kita seperti berjalan pada tali tips antara teman atau sesuatu yang lebih dari itu, takut untuk melangkah terlalu jauh dan mengungkapkan apa yang ada, mengungkapkan perasaan yang telah mengakar dalam hati atau mengakhiri tali yang tak pernah di ikat dengan erat. 

Aku terjebak pada labirin dalam perasaan yang rumit, di antara kata kata yang tak mampu terucap dan di antara ruang ketidakpastian. 

bagaimana mungkin hati ini begitu kuat terhubung pada seseorang yang seolah hanya bersinggung dengan kehidupan, yaa meski kita pernah saling menyentuh, meskipun kita pernah merasakan hangat genggamannya, memilikimu tidak akan pernah menjadi bagian akhir dari cerita ini. Terkadang aku merenung di bawah langit yang gelap, terkadang aku menangis di bawah derasnya air hujan, aku tidak ingin seorangpun menyaksikan kepedihan atas perasaan yang aku libatkan begitu cepat. 

Aku menyadari bahwa aku tidak memiliki kemampuan untuk terus bertahan di dalam labirin ketidakpastian ini, aku harus mampu menarik diri secepat mungkin dari dirimu, aku harus menyelamatkan diriku karena aku sadar bahwa pada akhirnya cerita kita tidak akan pernah menjadi nyata. aku tidak bisa terus berdiam di dalam ruang di antara tengah-tengah yang hampir terjadi. aku harus membebaskan diriku dari situasi yang tidak pernah berkembang menjadi apapun. 

entah aku yang tidak memiliki keberanian untuk bertindak dan hanya bisa menunggu, atau memang kamu yang tidak ingin kedekatan ini memiliki arah yang jelas. Terlepas dari apapun itu, thxu telah menjadi bagian dari sebuah perjalanan ku. memang benar tidak setiap yang hadir akan bersama sampai akhir. Namun, aku ingin kamu tau bahwa aku tulus, meski peluang untuk di cintai olehmu tidak pernha tercermin dalam tatapan mata itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIDAK MENGHARAPKAN KEMBALIMU